Langsung ke konten utama

Opini Mahasiswa Sosiologi Terkait Fenomena Citayam Fashion Week

  Opini Mahasiswa Sosiologi Terkait Fenomena Citayam Fashion Week



Citayam fashion week merupakan tren street fashion yang di lakukan oleh kebanyakan remaja asal Citayam namun selain itu ada pula yang berasal dari Bojong gede dan depok di kawasan sudirman. tren ini baru merebak beberapa waktu yang lalu di awali dengan anak-anak remaja yang nongkrong di kawasan sudirman . ide untuk menghabiskan waktu dan kreativitas dengan ajang adu outfit serta berpenampilan modis ini menjadi ciri khas masing-masing di Citayam Fashion Week. Menurut saya sebagai Mahasiswa Sosiologi ajang adu outfit para anak muda ini sangat mendukung kreativitas anak muda dalam menonjolkan jati dirinya, melalui kode dan simbol yaitu fashion yang di kenakannya mereka memperkenalkan siapa diri mereka, akan tetapi citayam fashion week ini juga memberikan beberapa dampak sosial di masyarakat di antaranya yaitu : 

1). Dalam fenomena masyarakat tontonan, muda-mudi di Citayam ini saling bertukar simbol dan ketika muda-mudi lain ingin memasuki komunitas ini, mereka pun juga harus memiliki simbol untuk dipertukarkan, konkretnya adalah dengan berpenampilan seperti muda-mudi di Citayam. 

2). Kedua, munculnya “social distinction” atau jarak sosial dengan muda-mudi lain. Penggunaan kode-kode atau simbol tertentu dalam fashion, kata dia, berpotensi memunculkan definisi tentang apa yang dianggap keren dan tidak keren, apa yang bagus dan tidak bagus, serta apa yang dianggap kekinian dan tidak kekinian di kalangan anak muda."Mereka yang dianggap tidak keren, tidak bagus, atau tidak kekinian bisa tereksklusi atau tersisihkan dari dunia pergaulan, karena memang salah satu akibat dari fashion adalah menciptakan struktur sosial semu dalam dunia pergaulan,”.

3. Aspek ketiga yang muncul dari fenomena Citayam fashion week adalah budaya konsumerisme yakni ketika muda-mudi ini menghabiskan lebih banyak uang untuk penampilan daripada untuk hal-hal lain yang lebih produktif, misalnya untuk pendidikan mereka, apalagi jika mereka sampai harus berutang atau mengajukan kredit agar bisa berpenampilan seperti yang mereka inginkan.

Citayam Fashion Week idealnya tak hanya sekadar menjadi ajang mempertontonkan atau menukarkan berbagai kode dan simbol di kalangan anak muda, tetapi juga bisa memupuk modal sosial di antara mereka. Modal sosial ini jika dikelola dengan baik, bisa disalurkan untuk hal-hal produktif misalnya membuat proyek bersama yang berkaitan dengan media sosial sehingga bisa memperoleh pemasukan darinya, atau bisa juga dengan mengajukan proposal ke pihak-pihak tertentu guna menggelar kegiatan kepemudaan yang positif dan masih berkaitan dengan fashion,”. Tidak menutup kemungkinan pula, kegiatan ini menjelma menjadi festival per pekan dan menjadi sarana merintis kewirausahaan muda di kalangan muda-mudi. di sisi lain, festival ini juga bisa merangsang kegiatan ekonomi masyarakat sekitar, terlebih jika Citayam Fashion Week menjadi tujuan wisata baru bagi masyarakat luas, tepatnya wisata fashion.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

DIGITALISASI MEDIA SOSIAL DALAM PERUBAHAN MASYARAKAT DAN SOSIAL BUDAYA DI DESA GAMONGAN KECAMATAN TAMBAKREJO KABUPATEN BOJONEGORO DI ERA PANDEMI COVID-19

Nama : Ina Yatun Khoiriyah NIM    : 220521100124  Kelas  : Sosiologi 1D  Dalam memenuhi tugas essay ke 2 SSBI  { Sistem Sosial Budaya Indonesia } dengan tema perubahan sosial budaya masyarakat daerah asal mahasiswa .  DIGITALISASI MEDIA SOSIAL DALAM PERUBAHAN MASYARAKAT DAN SOSIAL BUDAYA DI DESA GAMONGAN KECAMATAN TAMBAKREJO KABUPATEN BOJONEGORO DI ERA PANDEMI COVID-19   Media sosial atau yang kerap di sebut sosial media saat ini tengah gencar- gencarnya merambat ke seluruh dunia, digitalisasi media sosial di era pandemi covid 19 sangat berkembang pesat, di mana hampir semua manusia menggunakan media sosial dalam aktivitas kehidupan nya sehari-hari, tak hanya masyarakat kota namun juga sampai ke masyarakat desa salah satunya yaitu di Desa Gamongan Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro. Masyarakat desa yang pada awalnya sangat awam terhadap HP, laptop, media sosial dan lain sebagainya menjadi aktif bahkan sampai tergiur media sosial, hal i...