Langsung ke konten utama

Tinjauan Fenomena Broken Home Dalam Perspektif Sosiologi

 Tinjauan Fenomena Broken Home Dalam Perspektif Sosiologi

   


Broken home seringkali di artikan oleh keluarga yang tidak harmonis, di mana biasanya kedua orang tua antara ayah dan ibu berpisah atau bisa di katakan cerai kemudian si anak ikut salah satu di antara mereka entah ayah atau ibu. kondisi ini lah yang di sebut broken home.              bagaimana kondisi anak yang mengalami broken home? Bagaimana psikologisnya dan kesehariannya dalam menjalani kehidupan sehari-hari? Apa dampak yang di akibatkan dari broken home ini? Nah itu semua bakal saya ulas menurut perspektif atau pandangan saya sebagai mahasiswa sosiologi.

 Bagaimana kondisi anak yang mengalami broken home? itu adalah pertanyaan yang wajar dan jawabannya tentu tidak baik- baik saja karena tidak ada satu pun anak yang menginginkan perpisahan dari kedua orang tuanya, setiap anak pasti tetap ingin memiliki keluarga yang utuh walaupun tak sempurna tapi paling tidak saling melengkapi dan selalu ada setiap hari, perasaan hancur, frustasi, down, itu pasti sangat di rasakan oleh anak apabila orang tua berpisah, sangat mempengaruhi psikologis anak apalagi jika ia yang awalnya dari keluarga yang bahagia tiba-tiba angin badai menerpa dan keluarganya hancur berantakan, itu adalah malapetaka terbesar dalam hidupnya. 

Bagaimana psikologisnya dalam menjalani kehidupan sehari-hari? tentu tak mudah menjalani hari-hari dengan salah satu orang tua entah itu ibu atau ayah, karena sampai kapan pun si anak tak akan bisa memilih antara ayah dan ibu, keduanya merupakan mutiara berharga tak ada yang lebih tinggi ataupun lebih di sayang antara keduanya mungkin mereka si korban broken home akan tetap menjalani kehidupan sehari-hari mereka dengan seperti biasa tapi percayalah satu sisi simpul senyum keceriaan yang ada di gurat wajahnya pasti memudar atau bahkan perlahan menghilang karena salah satu motivasi terbesar anak adalah orang tua atau keluarga jika mereka tak lagi utuh atau bersama maka si anak juga akan kehilangan 80% motivasi dalam menjalani kehidupannya. 

Dampak apa yang di akibatkan dari broken home? tentu banyak ada dampak negatif salah satunya bisa saja si anak korban broken home karena kurang kasih sayang, tidak ada yang memperhatikan akhirnya ia mencari kesenangan di luar salah satunya bisa terdampak pergaulan bebas, karena ketika jiwa seseorang terguncang dan tidak ada motivasi, tidak ada yang mengingatkan, tidak ada keimanan yang kuat maka dia akan terjerumus ke jalan yang salah.. 

Sebagai seorang mahasiswa sosiologi saya tidak memandang broken home ini buruk atau pun baik, karena ilmu sosiologi mempunyai ciri yaitu non etis ( tidak mempermasalahkan baik buruknya fakta ) seseorang bisa saja menjadi buruk karena broken home akan tetapi seseorang juga bisa menjadi baik karena broken home. semua kembali lagi kepada diri kita masing-masing bagaimana seseorang menyikapi atau menghadapi suatu permasalahan yang menghampiri kita, kuncinya ada di iman kita masing-masing karena dengan iman kita bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. ada juga yang dari broken home ia malah lebih baik lebih belajar giat lagi untuk mencapai cita-citanya dan dari kejadian orang tuanya di jadikan pembelajaran baginya saat kelak berumahtangga, karena memang tak selamanya perpisahan itu buruk barangkali perpisahan adalah jalan terbaik untuk menjalani hidup masing-masing. ada juga yang malah lebih buruk setelah perpisahan kedua orang tuanya karena berbagai faktor salah satunya tak bisa menerima kenyataan. jadi, semua kembali kepada diri kita masing-masing bagaimana menyikapi sebuah masalah yang ada dalam hidup kita.  

Tahukah kalian bahwasanya ada yang lebih buruk dari sebuah brokenhome??? 

yaitu keluarga yang utuh tapi toxic setiap harinya hanya ada pertengkaran tanpa penyelesaian tidak ada ketenangan apalagi kedamaian justru itu yang lebih menyakitkan tinggal di dalam suatu rumah yang isinya hanya pertengkaran tanpa adanya penyelesaian yang akan membuat diri anak semakin down dan melemahnya mental. apapun kondisi kalian entah brokenhome atau tidak, bersyukurlah dan tetaplah berada pada jalan yang benar karena bertahan belum tentu mengubah keadaan dan berpisah barangkali menjadi satu-satunya jalan yang terbaik. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DIGITALISASI MEDIA SOSIAL DALAM PERUBAHAN MASYARAKAT DAN SOSIAL BUDAYA DI DESA GAMONGAN KECAMATAN TAMBAKREJO KABUPATEN BOJONEGORO DI ERA PANDEMI COVID-19

Nama : Ina Yatun Khoiriyah NIM    : 220521100124  Kelas  : Sosiologi 1D  Dalam memenuhi tugas essay ke 2 SSBI  { Sistem Sosial Budaya Indonesia } dengan tema perubahan sosial budaya masyarakat daerah asal mahasiswa .  DIGITALISASI MEDIA SOSIAL DALAM PERUBAHAN MASYARAKAT DAN SOSIAL BUDAYA DI DESA GAMONGAN KECAMATAN TAMBAKREJO KABUPATEN BOJONEGORO DI ERA PANDEMI COVID-19   Media sosial atau yang kerap di sebut sosial media saat ini tengah gencar- gencarnya merambat ke seluruh dunia, digitalisasi media sosial di era pandemi covid 19 sangat berkembang pesat, di mana hampir semua manusia menggunakan media sosial dalam aktivitas kehidupan nya sehari-hari, tak hanya masyarakat kota namun juga sampai ke masyarakat desa salah satunya yaitu di Desa Gamongan Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro. Masyarakat desa yang pada awalnya sangat awam terhadap HP, laptop, media sosial dan lain sebagainya menjadi aktif bahkan sampai tergiur media sosial, hal i...