Aku dan Harapanku
Ina Yatun Khoiriyah, Gadis asli dari Bojonegoro ini suka menulis, baginya menulis adalah merekam kehidupan dan menulisnya lewat sajak-sajak bianglala. karena sebuah karya akan abadi daripada sekedar dokumentasi. Ia juga pernah terlibat dalam pembuatan majalah sekolah dengan menuliskan beberapa puisi dan cerpen tak hanya itu ia juga pernah memenangkan lomba puisi dengan bertema "dunia tanpa batas" dan saat ini sedang mencoba untuk aktif di bidang kepenulisan, untuk mengembangkan skil, minat dan bakatnya juga untuk mencari jati dirinya. jejaknya bisa di lihat di inayatunkhoiriyah.blogspot.com
Setiap orang tentu memiliki harapan terindah, termasuk aku. di mana setiap detik kehidupan yang berjalan tentu di situlah sebuh harapan. namun,terkadang seringkali kita juga di patahkan oleh harapan itu sendiri saat kita tak mampu mewujudkannya atau tak mampu mencapainya titik kekecewaan tertinggi adalah keputus-asaan dan kemudian bangkit untuk berdamai dengan keadaan dan diri sendiri. Kisah ini tercipta dari rangkaian kisahku seorang diri, aku adalah tokoh utama dalam kisah ini yang memiliki harapan terindah tentang kehidupan namun seringkali mencapainya bukanlah sesuatu hal yang mudah.
Aku adalah seorang anak yang lahir dari keluarga petani yang sederhana, kedua orang tuaku merupakan petani yang setiap harinya pergi ke sawah, yang setiap 6 bulan sekali panen jagung atau padi. keuntungan dari sebuah petani tidaklah seberapa namun selalu bersyukur cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari untuk sekolah, makan, kebutuhan rumah tangga dan lain-lain dimana kedua orang tuaku tidak hanya menyekolahkan aku tapi juga adik ku yang masih kecil jadi sangat butuh dana uang yang banyak, seringkali harus gali lubang tutup lubang untuk memenuhi kebutuhan karena mengandalkan uang hasil pertanian memang tidak cukup. sewaktu kecil aku adalah gadis yang nakal tidak mau mengerti kondisi orang tuaku apapun yang ku pinta harus ada sekarang di depan mataku juga, hampir semua keinginan dan harapan ku tercapai di masa kecil entah itu mainan, makanan , teman semuanya ada di kala aku waktu kecil benar-benar dunia yang sempurna, namun walau aku mendapatkan semuanya nyatanya di bangku sekolah dasar aku bukanlah gadis yang pintar seperti teman ku aku tidak pernah di puji bapak ibu guru apalagi sampai mendapatkan juara dan itu berhasil membuatku sedih, terpuruk bahkan hampir putus asa karena aku iri aku juga ingin bisa seperti teman ku, ingin bisa membaca dengan lancar, ingin bisa mengaji, ingin bisa shalat dan segalanya seperti anak- anak yang lain. Harapanku sederhana bisa seperti mereka namun aku tau bagaimana caranya karena dari lingkungan keluarga ku sendiri, kedua orang tuaku adalah orang yang awam akan ilmu pengetahuan, bapak hanya lulusan SD, Ibu bahkan tidak sekolah jadi aku tidak pernah di ajari oleh apa yang di ajarkan orang tua teman ku kepada anak-anaknya sederhananya di ajarkan untuk mengaji, belajar, berpamitan ketika hendak ke mana pun dan mencium tangan kedua orang tua, bilang permisi ketika melewati orang tua dan lain sebagainya namun terkadang hal sesederhana itu pun tak akan bisa di lakukan tanpa kita pernah di ajari oleh orang tua kita. namun aku juga tidak sepenuhnya menyalahkan orang tuaku atau bahkan menyesal di lahirkan dari mereka, sekian berjalannya waktu hingga aku dewasa aku semakin berfikir kritis, berpikir dewasa, berpikir optimis bahwasanya semua itu adalah ketetapan dari Tuhan Yang Maha Esa, Aku tak pernah meminta namun Tuhan lah yang baik merangkai cerita hidupku sehebat ini. jadi seiring berjalannya waktu usiaku menjalani pendidikan di bangku sekolah dasar selama 6 tahun aku banyak belajar dari aku yang nakal waktu tk kemudian mulai ingin berubah karena teman, tuntutan guru di mata pelajaran maka aku mau tidak mau mulai merubah pola perilaku kehidupan ku di mulai dari hal yang sederhana yaitu mengurangi dari diriku sendiri yang selalu egois saat minta apapun ingin di turuti kemudian belajar untuk shalat , mengaji dengan cara TPQ dan lain sebagainya. dari itu semua yang membentuk karakter ku lebih baik daripada sebelumnya jadi jika kalian berfikir apa sih tujuan dari pendidikan itu? Tujuannya bukan hanya sekedar mencetak murid yang berprestasi secara akademik saja namun lebih daripada itu yaitu membentuk sebuah karakter manusia dari yang buruk menjadi baik, dari bodoh menjadi pintar. mengapa aku bisa ngomong seperti ini karena aku merasakannya sendiri dari pendidikanlah karakter ku berubah, dari pendidikanlah aku mengerti segala seluk beluk kehidupan tidaklah seindah yang aku bayangkan dari dan dari pendidikanlah aku mengerti bahwasanya nilai, moral itu penting yang seharusnya aku dapatkan pembelajaran pertama itu dari lembaga yang bernama keluarga. setelah masa- masa sekolah di bangku sekolah dasar selesai, aku mendaftarkan diri di SMP yang ada di kecamatan ku berharap waktu itu aku di terima dan di tempatkan di kelas A namun lagi- lagi harapan ku patah, kecewa lagi dan lagi aku memang di terima di SMP tersebut namun aku di tempatkan di kelas E yang muridnya sangat berbeda jauh di kelas A. namun seiring berjalannya waktu aku mulai berdamai dengan keadaan, mulai menerima mungkin ketetapan yang Tuhan berikan aku memang harus di kelas E bukan di kelas A, dan memang benar aku bahkan mendapatkan satu teman yang spesial dia baik dan membuat karakter ku menjadi lebih baik, dari kelas ini jugalah aku mengenal macam-macam karakter manusia ada yang baik ada juga yang tukang mabuk dan lain sebagainya namun aku tetap bersyukur meski Tuhan tidak mengabulkan harapan ku namun aku percaya Tuhan tau mana yang terbaik bagiku, dan di masa remaja awal SMP inilah aku mulai mengenal cinta monyet. karena kata orang cinta di masa SMP itu tak dapat di percaya, cinta monyet. karena merupakan awal dari seseorang mengalami masa puber. dan aku jatuh cinta pada seseorang yang bernama Deni Bimo Prasetyo dia adalah laki-laki di sebelah kelas ku yaitu kelas D, dia merupakan ketua kelas, seorang laki-laki yang tampan, berwibawa, keren dan segala diksi ku tak mampu menggambarkan betapa sempurnanya dia di mataku. namun sayangnya dia tidak mengenalku bahkan selama 3 tahun di SMP aku juga hanya bisa memendam segala perasaan ini karena aku bukanlah manusia aktif yang tergabung dalam organisasi ataupun yang lain, rasanya sesak kala itu memendam perasaan seorang diri bahkan aku dulu berharap dan mempunyai impian sebelum aku lulus SMP aku hanya ingin mengungkapkan perasaan ini namun lagi lagi ketakutan ku membuat harapan ku sirna bahkan sampai hari kelulusan itu tiba, tidak ada satu kata pun yang terucap semua hanya perpisahan yang begitu cepat. Sebenarnya aku sempat menyesal karena tak sempat kenal atau bahkan menjadi sahabatnya paling tidak, namun saat perpisahan tiba penyesalan itu tidak berguna sama sekali yang hanya bisa ku lakukan adalah melanjutkan hidup ke depannya dengan penuh ikhlas dan tawakal. kemudian setelah itu aku lanjut daftar ke SMA yang berbeda kecamatan denganku berharap semoga segala kisah segala rasa yang tertinggal kelak akan terhapus bersama kisah yang baru, namun ternyata aku salah tuhan lebih tau mana takdir yang terbaik dan mana kala hal-hal yang terduga terjadi di luar nalarmu. Aku tak menyangka saat pendaftaran di SMA ternyata aku bertemu dengan Bimo iya dia laki-laki yang ku sebut cinta monyet di SMP kini aku bertemu lagi di SMA bahkan aku tak menyangka kami daftar di SMA yang sama bahkan ketrima di jurusan yang sama waktu itu, aku yang kala itu berharap bisa ketrima di jurusan IPA tapi karena tidak memenuhi standar kualifikasinya akhirnya aku masuk jurusan IPS dan dia pun masuk jurusan IPS hanya saja beda kelas, itu adalah kejadian di luar kuasaku di mana tanpa sengaja tanpa ku rencanakan aku bertemu kembali dengannya atas izin-Nya. jujur ada perasaan sedih, senang campur aduk segalanya menjadi satu ketika bertemu kembali dengannya. Jujur sebenarnya aku juga bernafas lega ternyata masih ada harap, masih ada kesempatan untuk ku menggapainya meski entah seberapa kemungkinannya . seiring berjalannya waktu aku di SMA banyak mengenal orang-orang yang justru lebih berbeda karakter yang heterogen daripada sebelumnya, aku banyak belajar hal tentang kehidupan, persahabatan dan masih banyak hal lagi. bahkan ketika SMA, awal mulai inilah aku berani mengungkapkan perasaan ku kepada Bimo entah kerasukan apa berani mengungkapkan perasaan ini namun jawaban apa yang ku terima? nyatanya aku di tolak bahkan dia tidak mencintaiku, sungguh sakit sekali hancur berkeping-keping bahkan aku sempat down, bagaimana tidak ? Orang yang ku cintai selama bertahun-tahun ternyata dia tidak mempunyai perasaan sama sekali kepadaku ternyata sesakit ini berharap kepada manusia dan sesakit ini mempunyai harapan yang tinggi untuk di cintai. namun aku tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan dan terus menerus meratapi penolakan ini dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, akan ku buktikan bahwa aku bisa tanpanya, akan aku terima segala keputusannya dengan lapang dada. mulai dari aku di tolak dia itu, aku mulai bangkit, mulai merakit diri lebih baik lagi dengan sejuta harapan yang lebih indah di esok hari, dengan penolakan nya itu semua menjadi motivator sekaligus pemicu semangat ku untuk menjadi pribadi lebih baik . hari demi hari telah kulewati walau dengan susah, senang sampai kini sudah tak terasa kelas XII, aku pun mulai memikirkan rencana kedepannya entah dengan bekerja atau kuliah? Aku memutuskan untuk memilih kuliah dengan mendaftar jalur beasiswa, jalur pertama yang daftari adalah jalur SNMPTN di mana jalur tersebut khusus untuk Angkatan yang akan lulus tahun tersebut, dan juga siswa siswi yang terpilih menjadi siswa eligible dan aku adalah siswi yang masuk salah satu eligible tersebut jadi aku juga ikut mendaftar jalur SNMPTN tersebut . Dengan mendaftar jalur SNMPTN tersebut dulu aku berharap bisa ketrima di PGSD Universitas Negeri Surabaya, segala upaya telah aku lakukan dengan belajar lebih giat lagi agar nilai raport ku lebih bagus, segala doa telah ku panjatkan kepada-Nya sang pemilik kehidupan namun pada saat tanggal 29 Maret 2022 adalah tanggal yang menentukan apakah aku lolos SNMPTN atau tidak ? dengan hati yang bergemuruh aku berhati-hati membuka pengumuman tersebut dan ternyata sebuah kata "Maaf dan berwarna merah " yang langsung meluluhlantakkan perasaan ku, seketika aku hancur menangis dan terus menangis ternyata aku juga tidak lolos SNMPTN, kenyataan ini membuat ku hancur bahkan aku berfikir untuk langsung bekerja dan tak ingin melanjutkan kuliah, sampai beberapa waktu aku hanya di rumah saja saat tidak pergi ke ke sekolah kerjaan ku hanya makan dan tidur seperti pengangguran, bingung mau kemana mau kerja belum ada ijazah sedangkan kuliah juga sudah di tolak SNMPTN, namun pada suatu hari teman ku mengajak daftar SBMPTN dengan ragu ku jawab aku ga punya uang untuk ikut SBMPTN bahkan aku juga ga punya persiapan belajar apapun untuk SBMPTN namun ia mengatakan bahwa mendaftar SBMPTN menggunakan kip kuliah pun bisa jadi SBMPTN nya gratis tidak membayar sedikitpun hanya saja perlu uang ongkos untuk menuju tes di lokasi SBMPTN, aku pun mencoba izin kepada orang tuaku dan mereka pun alhamdulillah mengizinkan serta menyetujui keputusan ku, setelah itu rasanya aku punya gairah hidup, setiap hari aku belajar dan belajar untuk SBMPTN serta menabung untuk ongkos SBMPTN dan ternyata menjelang mendekati satu bulan sebelum SBMPTN Tuhan memberikan rezeki yang tak terduga yaitu uang kip ku di SMA cair dan masih tersisa 700k dan itu sangat berarti bagiku bisa ku pergunakan untuk ongkos UTBK menuju ke lokasi tes yaitu Universitas Airlangga. Ternyata benar saat kita mempunyai tujuan baik maka Tuhan juga akan menunjukkan jalan yang terbaik, pada tanggal 21 Mei 2022 aku berangkat ke Surabaya, ku awali dengan bismillah semoga kali ini aku bisa lolos di Universitas Trunojoyo Madura jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, karena pada saat SBMPTN ini aku tidak lagi memilih Universitas Negeri Surabaya . Setelah tes SBMPTN selesai kini aku tinggal menunggu hasilnya nanti pada tanggal 23 Juni 2022 rasanya tak sabar menanti tanggal tersebut karena juga tak enak hanya di rumah makan, tidur, menunggu pengumuman setelah tanggal 23 Juni aku mulai mempunyai perasaan yang bercampur aduk bagaimana aku membuka pengumuman tersebut dan saat waktunya tiba aku mencoba menetralkan segala perasaan dan kekhawatiran, dengan berhati-hati aku membuka pengumuman tersebut dan yeah alhamdulillah aku berteriak histeris juga menangis secara bersamaan tak ku sangka aku lolos SBMPTN di Universitas Trunojoyo Madura namun saat ku lihat aku ketrima di jurusan apa, aku terkejut ternyata aku di terima di jurusan Sosiologi bukan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, memang jurusan sosiologi adalah pilihan kedua ku aku sempat bimbang karena aku ketrima di jurusan kedua ini yang ambil karwna karena ya memang senang dengan sosiologi itu saja tapi aku lebih mencintai dunia kependidikan makanya ambil pilihan pertama pendidikan namun lagi dan lagi sebuah kenyataan harus bertolak belakang dengan kenyataan, aku harus berdamai dengan keadaan menerima bahwa aku ketrima di jurusan Sosiologi, walau sempat ragu, bimbang aku tetap menjalani segala prosedur daftar ulang dan sebagainya tak hanya itu sebenarnya aku juga bimbang apakah kip k ku lolos nantinya karena jika kip ku tidak lolos aku tak akan mungkin bisa melanjutkan kuliah, dengan uang apa ku pergunakan biaya hidup serta biaya ukt dan lain sebagainya di situ awal mula konflik mulai terjadi di keluarga ku, aku mulai pasrah dan tawakal dengan segala apapun ketetapan yang Tuhan berikan padaku jika rezeki ku kuliah maka akan ku jalani perkuliahan tersebut dengan sungguh-sungguh, namun jika rezeki ku bekerja akan ku jalani pekerjaan tersebut dengan sungguh-sungguh dan ternyata saat pengumuman kip k dengan penuh syukur alhamdulillah ternyata aku juga lolos pembiayaan kip kuliah tak ku sangka skenario Tuhan benar-benar di luar kuasaku, dialah yang tau yang terbaik bagi setiap hamba-Nya meski terkadang caranya sulit di terima, meski harus gagal terlebih dahulu namun selalu ada keberhasilan jika kamu mau berusaha dan tak pernah berhenti berdoa. setelah di nyatakan lolos di terima kini aku mulai mempersiapkan diri untuk segala keperluan PKKMB nantinya dan ke Madura untuk mencari segala keperluan yang di butuhkan di sana, dan pada saat tanggal 26 Juni aku berangkat ke Madura, dengan penuh harap aku berdoa "Madura aku datang, semoga yang terbaik selalu menjadi milikku dan kebaikan semoga selalu menyertaiku" ini adalah kota perjuangan, di sini adalah awal mula petualangan yang baru . ku tinggalkan kisah lama di sana terutama kepada-Nya yang telah menolakku, inginku melupakanmu namun aku tak pernah bisa melakukan itu walau aku sudah berada jauh di seberang pulau Madura ini tapi biarlah tak selamanya masa lalu harus di lupakan, cukup kamu jadi pembelajaran dan pengalaman berharga di masa itu kini biarkan aku menjalani hidup yang baru dengan berbagai petualangan yang baru dengan siklus pertemanan yang baru dengan mereka yang lebih heterogen dan bermacam-macam karakter dari berbagai daerah. Dan kini aku sedang menjalani perkuliahan ku di Telang, Kamal , Bangkalan, Madura. sudah hampir 4 bulan aku di sini banyak hal-hal baru yang ku temui aku senang dan juga bahagia, tak hanya itu aku juga sudah mulai beradaptasi dengan jurusan ku, mulai menerima sejak awal masuk pertama dan yeah kini aku have fun saja menjalaninya dan segalanya Tuhan permudah semoga ke depannya selalu begitu hingga aku lulus tepat waktu.
Ini adalah kisahku dan setiap detik harapan yang ku tulis lewat sajak-sajak bianglala ini, karena setiap orang pasti selalu mempunyai harapan di setiap nafas kehidupan untuk melanjutkan apa yang akan terjadi ke depannya, jika ada yang bertanya apa harapan terindah ku maka akan ku jawab: " Sederhana saja harapan terindah ku saat ini adalah menjadi yang manusia yang mempunyai sisi nilai manfaat yang baik, bisa berdampak dan bermanfaat bagi keluarga, teman dan sesama manusia lainnya, menjadi manusia yang memanusiakan manusia lainnya, bisa menjadi kebanggan keluarga tentunya, dan untuk kedua orang tuaku semoga kelak aku bisa menjadi tulang punggung keluarga ku, bisa merawat kedua orang tua ku di usianya yang semakin menua dan bisa membuat mereka bangga dengan segala pencapaianku nantinya. teruntuk orang-orang baik yang pernah menolongku semoga kelak aku juga bisa menjadi yang terbaik dengan menolong orang lain yang membutuhkan, teruntuk almamater ku Universitas Trunojoyo Madura terimakasih telah menerima ku untuk kuliah di sini dan memberiku kesempatan lolos kuliah dan beasiswa, memberiku kesempatan untuk berproses dan menjadi bagian dari civitas akademika Universitas Trunojoyo Madura semoga kelak aku menjadi agent of change yang berdampak baik bagi masyarakat dan semoga nantinya ilmu serta pengalaman yang aku dapatkan dapat menuntunku mendapat pekerjaan yang sesuai bidangku, Aamiin. dan yang terakhir untuk seseorang yang pernah ku cintai dari zaman cinta monyet sampai beberapa tahun terakhir ini semoga di manapun kamu selalu baik-baik saja, selalu dalam lindungan-Nya, terimakasih telah menolakku kalau kamu tak menolakku saat itu aku tak akan pernah belajar ikhlas dan belajar untuk menerima sebuah keputusan meski menyesakkan, kamu orang baik tak pernah mengumbar ke siapapun meski aku pernah menyatakan cinta ini, tapi izinkan aku menulis namamu di beberapa bait- bait tulisanku tentangmu, aku hanya ingin mengenangmu dalam sejarah perjalanan kehidupanku . Terimakasih telah mengajarkan aku makna cinta yang sesungguhnya..... Harapan terindahku untukmu semoga kamu mendapatkan wanita yang baik sepertimu dan untukku semoga kekasih impian yang terbaik yang Tuhan berikan nantinya entah siapapun semoga itu yang terbaik untuk dunia dan akhirat.
Takdir tidak pernah tertukar, ada yang terbaik di antara yang baik dann heiii lihatlah banyak cogan di utm wkwkw, semangat besti
BalasHapuswkwk siap terimakasih kak listya
BalasHapus