Langsung ke konten utama

Your Oktober Dump

 Your Oktober Dump 


Your Oktober Dump seringkali di artikan dengan membagikan foto-foto atau video tertentu hasil jepretan di bulan Oktober ini. tujuannya singkat yaitu mengenang berbagai peristiwa yang terjadi di bulan Oktober 2022 ini melalui foto-foto atau video yang di kumpulkan. tapi kali ini aku ingin membagikan Your Oktober Dump melalui tulisan, bait sajak dalam rangkaian kata dan diksi yang sederhana. karena, pada saat itu aku tak sempat mengabadikannya dalam kamera maka aku akan mengabadikannya dalam tulisan yang sederhana ini. 

Minggu, 16 Oktober 2022 

Apakah kalian percaya dengan jatuh cinta pada pandangan pertama? Apa kalian juga percaya bahwasanya rasa bisa hadir begitu saja hanya dalam kurun waktu 4 jam saja? mana yang lebih baik apakah mencintai atau di cintai?? Oktober kali ini penuh teka-teki juga misteri ada kejadian yang tak terduga membuat ku seolah tak bisa lupa meski hanya sebentar saja.  

waktu itu aku sedang pulang kampung ke rumah temanku, kami hanya berdua perempuan semua nekat dari Telang, Madura pulang kampung menggunakan motor banyak drama hingga akhirnya bisa sampai rumah , kami nyasar di surabaya hingga melewati jalan satu arah dan di marahi orang-orang tak hanya itu namun juga kehujanan berjam-jam di perjalanan bahkan aku sempat jatuh dari motor di dekat jalan rel kereta api daerah Babat, Lamongan sungguh tragis ku pikir itu adalah detik-detik terakhir ku namun berkat kebaikan Allah, aku masih di berikan keselamatan sampai akhirnya bisa bertahan dan melanjutkan perjalanan sampai ke rumah, sebenarnya hampir membuat ku trauma dan takut ketika naik motor di jalan raya yang besar. kami di rumah hanya 2 hari saja kemudian pada saat hari minggu tepatnya tanggal 16 Oktober 2022 kami kembali ke Telang. namun kali ini aku dan sahabat ku tidak berdua saja melainkan ia mengajak teman laki-laki nya juga agar tidak berdua saja setelah sampai di daerah Babat ternyata teman laki-laki tadi juga mengajak beberapa temannya karena kami perempuan hanya berdua dan mereka laki-laki ber empat akhirnya kami bertukar posisi dengan teman ku perempuan berboncengan dengan teman laki-laki nya sedangkan aku berboncengan juga dengan teman nya si laki-laki tadi. sebenarnya aku juga ragu, takut semua bercampur aduk menjadi satu, aku bingung harus bersikap bagaimana semua menjadi asing, canggung dan lain-lain. Dia yang bahkan tak ku ketahui namanya siapa dari mana tiba-tiba membonceng ku bagaimana tak canggung juga harus bersikap bagaimana apalagi saat naik motor dia ngebut dan bahkan kecepatan nya tinggi sekali, jujur aku rasanya ga tau mau pegangan apa bahkan sempat berfikir kalau dia sampai menyalip teman ku tadi aku bisa di tertawakan habis- habisan karena aku pegangan jok belakang semua terpaksa ku lakukan karena tak kenal juga canggung dan asing. padahal jika kalian tau temanku tadi sudah berpegangan erat dengan teman laki-laki nya seperti dekat dan bahkan tak canggung lantas bagaimana dengan ku yang asing seperti ini??? sungguh rasanya miris sekali, semakin lama semakin ngebut rasanya tanganku semakin kaku karena pegangan terus jok belakang tak hanya itu sebenarnya juga takut apalagi saat dia ngebut menyalip truk tronton dan kendaraan besar lainnya sampai pada akhirnya aku tak bisa mempertahankan posisi ku. pada saat dia ngebut aku langsung izin untuk memegang jaketnya tak buat pegangan untungnya dia mengiyakan. Akhirnya aku benar-benar memegang jaketnya erat banget dan bersembunyi di balik tubuhnya saat dia menyalip kendaraan besar . itu adalah komunikasi pertama ku dengannya sebatas itu padat, singkat dan jelas. kemudian di pertengahan jalan sempat saja kami juga hampir jatuh karena dia melewati jalan yang licin hampir saja aku berteriak dan jatuh untung dia menahan dengan kakinya sampai sepatu nya kotor karena lumpur dan bertanya "gapapa" katanya kalau boleh jujur ingin ku jawab rasanya jantungku mau copot karena ingin jatuh yang kedua kalinya tapi karena aku juga ga tau namanya kenal juga enggak terpaksa ku jawab "gapapa" Sebuah ungkapan yang menutupi rasa sakit dan luka dengan jawaban yang simple dan sesederhana itu. tapi jujur ini adalah pengalaman pertamaku berboncengan sepanjang jalan berjam-jam dengan orang asing bahkan yang tak ku kenal awalnya memang nggak enak tapi entah kenapa aku nyaman saja dan merasa tenang daripada berdua bersama teman ku aku malah lebih takut karena kalau sesama perempuan fiks dapat di pastikan kami nyasar lagi dan ga bakal nyampai secepat ini. ketika sampai di Lamongan dan melewati jalan rel kereta api itu jujur aku teringat kembali kejadian aku jatuh pada saat malam itu , refleks aku memeluknya erat kala itu karena terlalu takut dan trauma mengingat kejadian malam itu.......  nggak nyangka aja malam itu aku jatuh lalu bangkit sendiri ketika teman ku yang perempuan kala itu memeluk temannya aku tak tau harus bersandar pada siapa dan sekarang pada saat ingin balik ke Telang, aku bersama seseorang yang bahkan namanya aja aku ga tau tapi aku bersandar erat kepadanya saat mengingat kejadian itu, entah kenapa semakin lama perjalanan semakin jauh perjalanan aku memang takut saat di ngebut tapi juga tenang saat aku bilang "awas" Dia malah bilang "iya, tenang-tenang". kalimat sederhana yang mungkin selama ini tak pernah ku dapatkan hingga hatiku memang tenang walaupun aslinya juga ga karuan. namun ketika sampai Gresik, aku melihat teman ku sudah tak kelihatan lagi mereka semua lebih ngebut daripada dia yang memboncengku akhirnya kami malah terpisah dan pada saat sampai di Surabaya dia bilang ternyata dia ini kuliah di UPN Veteran Jawa Timur sungguh aku terkejut kala itu bagaimana mungkin ternyata kami tak satu arah dan sekarang posisi aku hanya berdua dengannya di Surabaya yang seluas itu bahkan terpisah dengan temanku sungguh ini benar-benar ga lucu , pengen nangis rasanya kala itu aku benar-benar nyasar berdua dengannya di Surabaya..  di satu sisi dia ingin turun mau GO-JEK aja katanya gapapa karena kami memang beda arah tapi di sisi lain kami juga belum bertemu dengan teman- teman yang lain, kemudian kami menggunakan google maps untuk mencari keberadaan Teman-teman yang lain setelah di share lock itu pun masih juga belum ketemu kalau di hitung- hitung aku nyasar 2× di Surabaya sama dia sungguh miris sekali. setelah itu baru ketemu Teman-teman yang lain di daerah Kenjeran kalau gak salah dan aku langsung turun ketemu teman ku yang perempuan tadi kami istirahat sejenak di surabaya sembari minum di sana. setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Telang, Madura di sinilah aku berpisah dengannya dan dia menyapaku untuk yang terakhir kalinya. bahkan saat- saat terakhir pun aku ga sempat berkenalan dengannya atau bahkan sekedar tau namanya satu hal yang ku ingat tentangnya dia tinggi, rambutnya tidak gondrong , keren dan berkacamata . 

ini adalah pengalaman unik di bulan Oktober ku walau aku memang ga punya fotonya tapi lewat tulisan ini sebuah momen ku abadikan dengan diksi yang sederhana ini aku juga tak berharap kamu membacanya tetapi hanya untuk di kenang saja.... 


Terimakasih Oktober, Bulan ini penuh cerita yang unik..... 




Ini adalah cuplikan foto bersama temanku bukan bersama-Nya wkwk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DIGITALISASI MEDIA SOSIAL DALAM PERUBAHAN MASYARAKAT DAN SOSIAL BUDAYA DI DESA GAMONGAN KECAMATAN TAMBAKREJO KABUPATEN BOJONEGORO DI ERA PANDEMI COVID-19

Nama : Ina Yatun Khoiriyah NIM    : 220521100124  Kelas  : Sosiologi 1D  Dalam memenuhi tugas essay ke 2 SSBI  { Sistem Sosial Budaya Indonesia } dengan tema perubahan sosial budaya masyarakat daerah asal mahasiswa .  DIGITALISASI MEDIA SOSIAL DALAM PERUBAHAN MASYARAKAT DAN SOSIAL BUDAYA DI DESA GAMONGAN KECAMATAN TAMBAKREJO KABUPATEN BOJONEGORO DI ERA PANDEMI COVID-19   Media sosial atau yang kerap di sebut sosial media saat ini tengah gencar- gencarnya merambat ke seluruh dunia, digitalisasi media sosial di era pandemi covid 19 sangat berkembang pesat, di mana hampir semua manusia menggunakan media sosial dalam aktivitas kehidupan nya sehari-hari, tak hanya masyarakat kota namun juga sampai ke masyarakat desa salah satunya yaitu di Desa Gamongan Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro. Masyarakat desa yang pada awalnya sangat awam terhadap HP, laptop, media sosial dan lain sebagainya menjadi aktif bahkan sampai tergiur media sosial, hal i...